1. Pengertian Pelumasan

Pelumas (lubricant atau sering disebut lube) adalah suatu bahan (biasanya berbentuk cairan) yang berfungsi untuk mereduksi keausan antara dua permukaan benda bergerak yang saling bergesekan. Suatu bahan cairan dapat dikategorikan sebagai pelumas jika mengandung bahan dasar  (bisa berupa oil based atau water/glycol based) dan paket aditif.

Pelumas mempunyai tugas pokok untuk mencegah atau mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara dua permukaan logam yang saling bergesekan sehingga  keausan dapat dikurangi, besar tenaga yang diperlukan akibat gesekan dapat dikurangi dan panas yang ditimbulkan oleh gesekan pun akan berkurang. Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak pelumas berfungsi meredam panas di bagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan refrigeran, kemudian ikut bersirkulasi di dalam sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur kompresor yang tinggi, memiliki titik beku yang renndah, dan tidak menimbulkan efek negatif pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya.

Refrigeration (pendinginan) adalah proses membuang panas dari suatu zat agar menjadi dingin. Sebagai contoh, pada saat es mencair, es tersebut menyerap panas dari lingkungan di sekitarnya yang menyebabkan efek pendinginan pada lingkungan di sekitar es tersebut. Pada sistem refrigeration (pendingin), proses yang digunakan untuk mendapatkan pendinginan yang terus-menerus dilakukan dengan cara mengubah zat pendingin (refrigerant) dari bentuk cair ke bentuk gas dan kembali ke bentuk cair secara terus-menerus dengan cara penguapan (evaporation) dan pengembunan (condensation). Oleh karena itu dalam sistem refrigeration (pendingin) dikenal 5 bagian peralatan utama yaitu, peralatan penguap (evaporator), peralatan penekan (compressor), peralatan pengembun (condenser), peralatan penerima/penampung (receiver/reservoir), dan katup penyebar (expansion valve).

  1. Fungsi Pelumas Dan Refrigerant

Minyak pelumas  pada sistem AC memiliki beberapa fungsi yaitu :

  1. Mengurangi friction
  2. Mencegah wear/aus
  3. Meningkatkan penyekatan (sealing) ruang tekan
  4. Mendinginkan

Untuk menjalankan fungsi seperti tersebut di atas dengan baik, maka pelumas kompresor harus memiliki :

  1. Ketahanan terhadap oksidasi

Dengan adanya oksigen, maka pada temperatur tinggi akan menghasilkan sludge, viskositas yang meningkat, endapan karbon, bahkan bahaya kebakaran. Oleh karenanya pelumas harus memiliki sifat fisik untuk tahan/stabil terhadap oksidasi.

  1. Stabilitas Terhadap Temperatur Tinggi

Pada saat kompresor dioperasikan, temperatur akan naik & pelumas harus dapat menurunkan (cooling system) temperatur tanpa terjadi kerusakan pada pelumasnya sendiri (stabil). Pelumas yang gagal mengantisipasi temperatur juga akan membentuk endapan karbon & akan menyebabkan terjadinya kebakaran. Temperatur tinggi pada umumnya banyak dihasilkan oleh kompresor jenis reciprocating.

  1. Viskositas Stabil

Penentuan viskositas adalah hal yang terpenting dalam pengoperasian kompresor. Viskositas harus cukup untuk memberikan lapisan tipis pelumas diantara 2 permukaan metal yang saling bertemu tetapi cukup tipis (encer) sehingga mengurangi tenaga yang diperlukan untuk mengantisipasi internal friction (drag).

Fungsi refrigerant pada sistem AC adalah untuk menyerap panas dari ruangan sehingga udara yang berada pada ruangan tersebut menjadi dingin. Proses pendinginannya yaitu : Zat pendingin (refrigerant) diubah bentuknya dari bentuk cair menjadi uap dengan cara dialirkan dari peralatan penerima/penampung (receiver/reservoir) melalui katup penyebar (expansion valve) ke peralatan “evaporator coil”, uap zat pendingin inilah yang kemudian menyerap panas lingkungan di sekelilingnya, dalam hal ini udara dalam ruang pendingin (refrigerator room).Fungsi kompresor pada sistem pendingin tidak hanya memberikan tekanan untuk mengirimkan zat pendingin (refrigerant) ke “evaporator coil” hingga berubah bentuk dari cair menjadi uap, tetapi kompresor juga memberi tekanan pada peralatan pengembun (condenser) untuk mengubah zat pendingin dari bentuk uap ke bentuk cair kembali, hingga proses pendinginan bisa berjalan terus-menerus. Temperatur operasi kompresor pendingin dapat mencapai -300.

C .  Karakteristik Pelumas dan Refrigerant AC

Melihat kondisi kerja kompresor pendingin, maka diperlukan pelumas dengan karakteristik :

  1. Base Oil pilihan dengan viscosity index yang relatif tinggi sehingga viskositas/kekentalan oli relatif stabil.
  2. Base oil yang dipilih pada umumnya adalah dari seri naftanik, yang secara alamiah memiliki pour point relatif lebih rendah dibanding dari seri paraffin.
  3. Untuk mendapatkan performa pendinginan yang lebih baik, pelumas dengan bahan dasar sintetik murni dari seri Polyol Ester menjadi pilihan yang tepat.

Sifat-sifat fisik termodinamika refrigerant yang digunakan dalam sistem refrigerasi perlu diperhaatikan agar sistem dapat bekerja dengan aman dan ekonomis, adapun sifat refrigerant yang baik adalah :

  1. Tekanan penguapannya harus cukup tinggi, untuk menghindari kemungkinan terjadinya vakum pada evaporator dan turunya efisiensi volumetrik karena naiknya perbandingan kompresi.
  2. Tekanan pengembunan yang rendah sehingga perbandingan kompresinya rendah dan penurunan prestasi kompresor dapat dihindari.
  3. Kalor laten penguapan harus tinggi agar panas yang diserap oleh evaporator lebih besar jumlahnya, sehingga untuk kapasitas yang sama, jumlah refrigerant yang dibutuhkan semakin sedikit.
  4. Koefisien prestasi harus tinggi, ini merupakan parameter yang penting untuk menentukan biaya operasi.
  5. Konduktifitas thermal yang tinggi untuk menentukan karakteristik perpindahan panas.
  6. Viskositas yang rendah dalam fasa cair atau gas. Dengan turunnya tahanan aliran refrigerant dalam pipa kerugian tekanannya akan berkurang.
  7. Konstata dielektrik yang kecil, tahanan listrik yang besar serta tidak menyebabkan korosi pada material isolasi listrik.
  8. Refrigeran hendaknya stabil dan tidak bereaksi dengan material yang digunakan sehingga tidak menyebabkan korosi.
  9. Refrigeran tidak boleh beracun dan berbau.
  10. Refrigerant tidak boleh mudah terbakar dan meledak.
  11. Dapat bercampur dengan minyak pelumas tetapi tidak merusak dan mempengaruhinya.
  12. Harganya murah dan mudah dideteksi jika terjadi kebocoran.
  1. Sampel produk pelumas dan Refrigerant AC
  2. Pelumas SUNISO GS

SUNISO GS adalah minyak kualitas premium tegas dirancang untuk digunakan sebagai pelumas kompresor pendingin. SUNISO GS Minyak yang larut baik dengan pendingin HCFC dan CFC seperti R-22, R-502 dan R-12, sementara menampilkan stabilitas yang sangat baik dan memberikan layanan panjang kehidupan bebas masalah dalam sistem pendinginan dengan menggunakan refrigerant di atas. Selain itu, SUNISO GS Minyak juga melakukan dengan sangat baik dengan refrigerant alam seperti R-717, R-600 dan R-290. SUNISO GS Minyak yang disuling dari minyak mentah yang dipilih khusus naphthenic dengan metode khusus menjamin pelumasan yang sangat baik dan properti lainnya. SUNISO GS Minyak tersebut disetujui oleh semua pendingin ruangan utama, kulkas, freezer, AC produsen mobil di dunia.

Tabel 1. Tipikal Data  SUNISO GS

Property SUNISO 3GS SUNISO 4GS SUNISO 5GS
Density n 15°C g/cm 3
0.909 0.915 0.921
Color ASTM
L0.5 L1.0 L1.0
Viscosity 40°C mm 2 /s
29.5 54.9 94.6
Viscosity n 100°C mm 2 /s
4.31 5.97 7.78
Flash Point COC °C
178 188 208
Pour Point °C
-40 -35 -27.5
Total Acid mgKOH/g
0.01 0.01 0.01
Aniline Point °C
75.4 79.8 80.4
Water Air ppm
20 20 20
Floc Point °C
-53 -46 -35
  1. Pelumas SUNISO SL-S

SUNSIO SL-S series adalah minyak pendingin sintetis yang dirancang khusus untuk menggunakan ke kompresor pendingin untuk lemari es, lemari pembeku, pendingin dan sistem pendinginan industri untuk dikenakan dengan hydrofluorocarbon (HFC) refrigerant. SUNISO SL-seri S memiliki miscibility optimal dan kompatibilitas dengan refrigerant HFC seperti R-134a dan R404A. SUNISO SL-S series dirumuskan oleh dipilih basestocks ester poliol dan aditif, yang menampilkan karakteristik berikut. Stabilitas hidrolitik Excellent Luar biasa Kestabilan Termal Posisi pelumasan  Listrik Properti Tinggi pengisolasi SUNISO SL-S series tersedia di kelas viskositas ISO VG10, VG15, VG22 dan VG32 untuk berbagai sistem pendingin. Untuk pasar-setelah dan bidang jasa, SUNISO SL-S series tersedia dalam 200 L drum dan kaleng ember 20L.

            Tabel 2. Khas properties  SUNISO SL-S

ISO Viscosity Classification SUNISO SL-10S SUNISO SL-15 SUNISO SL-22 SUNISO SL-32S
ISO VG10 ISO VG15 ISO VG22 ISO VG32
Density 15°C g/cm 3 0.928 0.940 0.951
Color ASTM L0.5 L0.5 L0.5
Viscosity 40°C mm 2 /s 10.1 15.0 22.5 32.3
Viscosity n 100°C mm 2 /s 2.50 3.22 4.14 5.14
Flash Point COC °C 182 196 212 230
Pour Point °C <-50 <-50 <-50 -22.5
Total Acid Number mgKOH/g 0.01 0.01 0.01 0.01
Water Content Air ppm 35 35 35 35
Miscibility Oil/ R-134a=1/4 °C -52 -40 -30 -20
Resistivity 25°C Ωcm 5.0×10 13 7.0×10 13 4.0×10 14 4.0×10 14
  1. Pelumas SUNICE T-68

SUNICE T-68 adalah minyak sintetis pendingin yang dirancang khusus untuk menggunakan ke kompresor refrigerasi untuk sistem pengkondisian udara untuk dikenakan dengan hydrofluorocarbon (HFC) refrigerant. T SUNICE-68 memiliki miscibility optimal dan kompatibilitas dengan refrigeran HFC seperti R-407C, R-410A dan R-404A. SUNICE T-68 yang dirumuskan oleh dipilih basestocks ester poliol dan aditif, yang menampilkan karakteristik berikut. Untuk pasar-setelah dan bidang jasa, SUNICE T-68 tersedia dalam 200 L drum dan kaleng ember 20L.

  1. Refrigerant Halocarbon (CFC)

Tabel 3. Jenis-jenis refrigerant halocarbon (CFC)

Refrigeran Titik didih

( 0 C )

Jenis

Kompresor

Temperatur penguapan Temperatur pengembunan
R 11 23,8 Sentrifugal Tinggi (pendinginan udara) Biasa (pendinginan air, udara)
R 12 – 29,8 Torak, putar Tinggi-rendah (pembekuan, pendinginan ruangan) Biasa (pendinginan air, udara)
R 13 – 81,4 Torak, putar Temperatur sangat rendah Pendinginan biner
R 21 8,9 Torak, putar Tinggi (pendinginan) Tinggi (pendinginan udara)
R 22 – 40,8 Torak, putar Tinggi-rendah (refrigerasi, pendinginan Biasa (pandinginan air, pendinginan udara)
R 113 47,6 Sentrifugal Tinggi (pendinginan) Biasa (pandinginan air, pendinginan udara)
R 502 – 45,6 Torak, putar Tinggi-rendah (refrigerasi, pendinginan) Biasa (pandinginan air, pendinginan udara
  1. Hydrocarbon Refrigerant

Hydrocarbon refrigerant atau natural refrigerant saat ini dinilai sebagai alternatif terbaik bagi solusi untuk permasalahan bahan pendingin tersebut. Dengan kandungan pencampuran antara propane dan butane yang sesuai hydrocarbon memiliki berbagai macam keunggulan sebagai drop-in-subtitute yang kompatibel dengan semua jenis system pendingin yang ada saat ini. Kelebihan lain yang dimiliki oleh hydrocarbon refrigerant adalah sifat termodinamika-nya yang mampu menciptakan efisiensi energi secara luar biasa yang tidak dimiliki oleh refrigerant sintetik dan kemampuannya untuk menggantikan volume refrigerant sintetik dengan jumlah yang lebih sedikit sehingga menciptakan efisiensi dalam instalasi serta tentunya ramah lingkungan yang dikarenakan tidak berdampak negatif bagi lapisan ozon atmosfir maupun pemanasan global.

  1. DURACOOL® Refrigerant

DURACOOL® Refrigerant Dewasa ini teknisi dan pemakai AC telah mengenal luas penggunaan refrigerant halocarbon (CFC) seperti R11, R12, R22, R502 dan R134a yang telah dikenal dengan sebutan “freon” dalam sistem refigerasi. Tapi perlu diingat bahwa pemakaian refrigerant halocarbon (CFC) tidak ramah lingkungan, karena berpotensi merusak lapisan ozon / Ozon Depleting Potential (ODP) dan berpotensi meningkatkan pemanasan bumi / Global Warming Potential (GWP).

Keuntungan menggunakan Duracool® Refrigerant :

  1. Menurunkan penggunaan listrik sampai dengan 15% – 25% (hemat listrik)
  2. Menambahkan umur kompresor (awet)
  3. Ramah lingkungan (tidak beracun dan tidak merusak lingkungan)
  4. Tidak merusak lapisan ozon (Non ODP)
  5. Tidak meningkatkan pemanasan global (Non GWP)
  6. Pencapaian temperatur dingin lebih cepat (hemat energi)
  7. Suara mesin kompresor menjadi lebih halus
  1. Aplikasi

Tabel 4. Aplikasi dari minyak kompresor SUNISO

Products Compressor Type Applications Refrigerants
Recipro Rotary Turbo Screw R-134 R-404A R-410A R-407C
SUNISO SL-10S Refrigerator, Freezer,Chiller Kulkas, Freezer, Chiller
SUNISO SL-15S Refrigerator, Freezer,Chiller Kulkas, Freezer, Chiller
SUNISO
SL-22S
Refrigerator, Freezer,Chiller Kulkas, Freezer, Chiller
SUNISO
SL-32S
Refrigerator, Freezer, Chiller, Dehumidifier Kulkas, Freezer, Chiller, Dehumidifier

Tabel 5. Aplikasi dari minyak kompresor SUNICE

Products Compressor Type Applications Refrigerants
Recipro Rotary Turbo Scroll Screw R-407C R-410A R-404A
SUNICE
T-68
Air Conditioner, Freezer, Chiller, AC, Freezer, Chiller,
Cold Strage Dingin Strage

Tabel 6. Aplikasi Refrigerant halocarbon (CFC)

Refrigerant Penggunaan
R 11 Pendinginan air sentrifugal
R 12 Penyegar udara, refrigerasi dan pendinginan
R 13 Refrigerasi temperatur sangat rendah
R 21 Pendingin kabin alat pengangkat
R 22 Penyegar udara, refrigerasi pada umumnya, pendinginan.
R 113 Pendingin air sentrifugal ukuran kecil
R 502 Lemari pamer, unit temperatur rendah
  1. Keselamatan Kerja

Tabel  7. Keselamatan Kerja Perbaikan AC

Elemen Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

Mengosongkan dan mengisi refrigerant ·         Pengosongan dan pengisian refrigerant sistem A/C dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.

·         Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

·         Sistem dikosongkan dengan menggunakan unit recovery yang ditetapkan.

·         Sistem divakum sesuai dengan spesifikasi pabrik dan penerapan kode industri.

·         Sistem diisi/kemampuannya diuji dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang ditetapkan.

·         Seluruh kegiatan pengosongan dan pengisian refrigerant dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.

Memperbaiki/retrofit sistem A/C ·         Perbaikan/retrofit sistem A/C dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.

·         formasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

·         Prosedur perbaikan/retrofit sistem A/C yang sesuai, ditentukan setelah pengujian kemampuan.

·         Perbaikan/retrofit dan atau penggantian sistem dan komponen dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi kendaraan/pabrik.

·         Seluruh kegiatan perbaikan/retrofit dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.

·         Sistem diuji terlebih dahulu untuk menentukan servis dan hasil-hasilnya dicatat sesuai dengan prosedur dan kebijakan perusahaan.

  1. Daftar Pustaka
  2. Johan (2010) Miyak Pelumas Kompresor diambil pada tanggal 12 Mei 2011 dari http://servicaac.blogspot.com
  3. Wododo, Sapto. 2008. Sistem refrigerasi  dan tata udara. Jakarta : Kawan Pustaka
  4. ­­___________, (2008) Compressor.Pdf Diambil Tanggal 12 Mei 2011 Dari

 http://commercial.jcprimo.com/pdf/compressor.pdf

  1. ____________. ____ Produck Gs Diambil Pada Tanggal 12 Mei 2011 dari

http://www.sunoco.co.jp/english/product/gs/index.html

  1. _____________. ___ Refrigerant AC Ramah Lingkungan. Pdf Diambil Pada Tanggal

12 Mei 2011 dari  http://xa.yimg.com

Sumber: http://mankogah.blogspot.co.id/2011/06/pelumas-dan-refrigerant-ac_14.html

Advertisements